7 Cara Ampuh untuk Memperbaiki SSD yang Rusak dan Memulihkan Data

SSDs (Solid-State Drives) adalah versi terbaru dari hard drive tradisional. Solusi penyimpanan data modern ini semakin melebihi HDD dalam hal efisiensi daya, kemampuan membaca/menulis, kecepatan, dan daya tahan.

Namun, seperti pendahulunya, SSD tidak tahan terhadap masalah umum komputer seperti kehilangan data dan kerusakan file. Jangan khawatir jika Anda menduga SSD Anda mungkin tidak berfungsi atau rusak.

Anda masih dapat memulihkan data dari SSD yang rusak, namun hanya jika Anda mengambil tindakan dengan tepat waktu. Artikel ini akan memperkenalkan Anda pada tanda-tanda kerusakan SSD dan metode terbaik untuk membantu Anda memperbaiki SSD yang rusak dan mengembalikan data Anda.

Daftar Isi
    1. Pesan Kesalahan yang Berbeda
    2. Pesan Pemformatan Terus Ditampilkan
    3. Perangkat Tidak Mengenali SSD
    4. Sistem File Rusak
    5. SSD Hanya Read-Only
    6. Sistem yang Crash
    7. File Hilang atau Rusak
    8. Masalah Kinerja
    1. Kasus 1: SSD rusak tetapi PC masih berfungsi
    2. Kasus 2: SSD rusak dan PC menjadi tidak dapat diboot.
    1. Hubungkan SSD ke Perangkat atau Port Lain
    2. Perbarui Driver SSD
    3. Perbarui Firmware SSD
    4. Periksa dan Perbaiki Bad Sector pada SSD Menggunakan CMD (CHKDSK)
    5. Perbaiki SSD yang Rusak Menggunakan Program TestDisk Open Source
    6. Perbaiki SSD yang Rusak Menggunakan Aplikasi Pihak Ketiga
    7. Format Ulang SSD yang Rusak

Cara Mengenali SSD yang Rusak

SSD adalah media penyimpanan (perangkat flash) yang mengandalkan sirkuit terintegrasi untuk beroperasi. Oleh karena itu, mereka tidak kebal terhadap malfungsi akibat fluktuasi dan lonjakan daya. Meskipun lebih tahan lama dibandingkan hard drive tradisional, SSD tidak tahan terhadap korup atau kerusakan fisik. SSD yang korup atau rusak akan membuat data Anda tidak dapat diakses.

Ini juga dapat mencegah PC Anda melakukan boot karena kerusakan file dan faktor-faktor lainnya. Karena SSD yang rusak dapat menyebabkan Anda kehilangan data yang berharga, berikut adalah gejala paling umum dari kerusakan SSD yang mungkin menunjukkan bahwa Anda harus memperbaiki hard drive Anda.

Gejala ke-1. Pesan Kesalahan yang Berbeda

SSD Anda mungkin memerlukan intervensi jika Anda terus melihat pesan kesalahan seperti:

  • No bootable medium;
  • No bootable device;
  • Your PC won't boot.

PC Anda akan menanyakan pesan-pesan ini ketika ada yang salah dengan SSD Anda. Pesan-pesan ini dengan jelas menunjukkan kerusakan SSD, yang memberitahu Anda bahwa inilah waktunya untuk memperbaiki SSD Anda yang rusak dan membuat backup data.

Gejala ke-2. Pesan Pemformatan Terus Ditampilkan

Kesalahan dengan prompt berisi "You need to format the disk in drive before you can use it" adalah tanda umum kegagalan SSD atau kerusakan SSD. Jika Anda terus melihat pesan seperti ini, segeralah ambil tindakan.

Gejala ke-3. Perangkat Tidak Mengenali SSD

Jika PC Anda tidak dapat mengenali SSD, strukturnya mungkin tidak dapat dibaca karena kerusakan SSD, kerusakan fisik, atau kegagalan hardware. Dalam situasi seperti itu, Windows BIOS tidak dapat mendeteksi SSD.

Periksa koneksi SSD Anda dengan PC Anda. Jika SSD masih tidak muncul di Manajemen Disk, File Explorer, dan PC ini, maka Anda perlu melakukan perbaikan segera.

Gejala ke-4. Sistem File Rusak

SSD menggunakan sistem file default seperti FAT32 dan exFAT. Jika file tersebut menjadi RAW (PC Anda tidak dapat mengenali struktur file di SSD Anda) atau rusak, PC Anda tidak akan dapat membaca informasi di hard drive Anda dan akan menampilkan pesan kesalahan.

Gejala ke-5. SSD Hanya Read-Only

Kerusakan SSD dapat menyebabkan hard drive Anda memasuki mode read-only yang terkunci. Korup merusak sektor-sektor penting pada SSD Anda, sehingga memaksanya melebihi siklus penulisan sepanjang masa pakainya. Saat SSD Anda berubah menjadi read-only, ini akan mencegah Anda memodifikasi atau mengakses file dan menyimpan data baru.

Gejala ke-6. Sistem yang Crash

Sistem crash yang tidak terduga, freeze secara tiba-tiba, dan seringnya munculnya kesalahan layar biru atau hitam adalah tanda-tanda umum terjadinya kegagalan SSD. Entah Anda mengalami kerusakan SSD, atau drive Anda yang rusak.

Gejala ke-7. File Hilang atau Rusak

Jika Anda tidak dapat menemukan file di lokasinya atau beberapa data Anda tiba-tiba hilang, Anda mungkin mengalami kerusakan dan kegagalan SSD.

Gejala ke-8. Masalah Kinerja

SSD yang rusak akan menjadi sangat lambat. SSD Anda perlu diperbaiki jika Anda mulai melihat masalah dan penurunan kinerja yang signifikan.

Cara Memulihkan Data Dari SSD yang Rusak

Memulihkan data dari SSD yang rusak dapat menjadi tantangan karena arsitektur dan teknologi yang komplek yang digunakan dalam drive ini. SSD menggunakan memori flash NAND untuk menyimpan data, yang memiliki jumlah siklus tulis/hapus terbatas dan dapat menyebabkan kerusakan data seiring berjalannya waktu. Selain itu, fungsi TRIM di SSD membantu menjaga kinerja drive dengan menandai blok data yang tidak digunakan untuk dihapus, sehingga membuat data recovery menjadi lebih sulit.

Namun, memulihkan data dari SSD yang rusak masih dapat dilakukan dengan bantuan dari software data recovery profesional. Wondershare Recoverit adalah salah satu software yang paling direkomendasikan untuk recovery data SSD yang rusak. Baik jika Anda kehilangan file karena kerusakan sistem, serangan virus, kerusakan SSD, pemformatan yang tidak disengaja, atau penghapusan yang tidak disengaja, program ini akan membantu Anda memulihkan media penyimpanan dan mengembalikan data Anda.

DOWNLOAD GRATIS
DOWNLOAD GRATIS

Berikut langkah-langkah untuk memulihkan data dari SSD yang rusak menggunakan Wondershare Recoverit:

Kasus 1: SSD rusak tetapi PC masih berfungsi

  1. Download, instal, dan buka Wondershare Recoverit di PC Anda.
  2. Pilih Hard Drives and Locations dari antarmuka utama.
  3. Anda akan melihat daftar perangkat penyimpanan yang tersedia. Klik SSD yang rusak dari daftar untuk memulai proses pemindaian.
    pilih hard drives and locations
  4. Recoverit akan memindai SSD untuk menemukan semua file yang dapat dipulihkan. Proses ini mungkin memakan waktu lama tergantung pada ukuran dan kondisi drive.
    pindah ssd yang rusak untuk file-file yang hilang
  5. Setelah pemindaian selesai, Anda dapat melihat pratinjau dan memilih file yang ingin Anda pulihkan. Klik tombol Recover untuk menyimpan file yang dipilih ke lokasi aman di komputer Anda atau perangkat penyimpanan lainnya.
    recover data untuk ssd yang rusak
DOWNLOAD GRATIS
DOWNLOAD GRATIS
ikon catatan
Catatan: Jangan simpan kembali file yang dipulihkan ke SSD yang rusak karena dapat menyebabkan hilangnya data lebih lanjut.

Kasus 2: SSD rusak dan PC menjadi tidak dapat diboot.

DOWNLOAD GRATIS
DOWNLOAD GRATIS

7 Cara Terbaik untuk Memperbaiki SSD yang Rusak

Setelah recovery data SSD yang rusak berhasil, Anda dapat mencoba metode berikut untuk memperbaiki SSD Anda dan mendapatkan kembali kegunaannya.

Cara ke-1. Hubungkan SSD ke Perangkat atau Port Lain

Anda dapat memperbaiki SSD yang tidak terbaca, tidak terdeteksi, atau rusak dengan menghubungkannya ke port atau PC lain. Matikan PC Anda dan lepaskan kabel SSD. Hubungkan hard drive Anda ke port lain dan nyalakan kembali PC Anda. Jika perangkat Anda tidak dapat mendeteksi atau membaca SSD Anda, sambungkan ke PC lainnya.

Cara ke-2. Perbarui Driver SSD

Driver SSD yang sudah lama atau rusak dapat menyebabkan masalah, termasuk kerusakan, kegagalan, dan tidak responsif. Berikut cara memperbarui driver SSD Anda:

  1. Buka bar pencarian Windows dan ketik Device Manager.
    buka windows device manager
  2. Klik ganda pada Disk drive untuk memperluas bagian tersebut.
    klik disk drives
  3. Klik kanan pada SSD Anda dan klik Update driver.
    perbarui driver ssd

Nyalakan kembali PC Anda untuk menyelesaikan proses dan menerapkan modifikasi.

Cara ke-3. Perbarui Firmware SSD

Firmware SSD yang rusak dapat membuat drive tidak dapat diakses dan merusak fungsi baca/tulisnya. Anda dapat mengatasi masalah SSD dengan memperbarui firmware Anda. Ikuti langkah-langkahnya di bawah ini:

  1. Ketik Device Manager pada bar pencarian Windows untuk membukanya.
    buka manajer perangkat windows
  2. Klik Disk drives untuk memperluas tab, lalu klik kanan pada SSD Anda, dan pilih Properties.
    buka properti disk drive
  3. Buka Details > Hardware Ids.
    pilih id hardware
  4. Klik OK untuk menyimpan perubahan Anda dan jalankan SSD firmware update wizard untuk memperbarui firmware SSD Anda.

Cara 4. Periksa dan Perbaiki Bad Sector pada SSD Menggunakan CMD (CHKDSK)

Kerusakan SSD dapat terjadi karena kegagalan drive, kesalahan sistem file yang tidak diketahui, dan bad SSD sector. Command Prompt (CMD) dapat membantu Anda memperbaiki masalah ini. Ikuti langkah-langkah berikut ini.

  1. Buka Windows search bar, ketik cmd dan pilih Run as administrator.
    run command prompt as administrator
  2. Pada jendela Administrator Command Prompt, ketik perintah chkdsk / f c: dan tekan Enter (ganti "c" dengan huruf drive SSD Anda).
    jalankan chkdsk / f c:
  3. Izinkan Command Prompt memindai SSD Anda dan memperbaiki bad sector.

Setelah CMD menyelesaikan pemindaian, SSD Anda seharusnya dapat diakses.

Cara ke-5. Perbaiki SSD yang Rusak Menggunakan Program TestDisk Open Source

TestDisk adalah program untuk recovery kerusakan SSD open source yang luar biasa, yang mana dapat membantu Anda memperbaiki hard drive, memperbaiki partisi yang hilang, dan mengubah disk yang tidak dapat di-boot menjadi media yang dapat di-boot.

Ikuti langkah-langkah berikut ini untuk memperbaiki partisi SSD Anda yang rusak menggunakan TestDisk:

  1. Download, instal, atau ekstrak program tersebut, dan klik file testdisk_win untuk membuka TestDisk di PC Anda.
  2. Di layar beranda terminal, pilih Create dan tekan Enter. Temukan SSD Anda di daftar perangkat dan pilih Proceed.
    pilih SSD yang rusak
  3. Pilih tabel partisi Intel untuk memerintahkan TestDisk memindai dan menganalisis partisi sistem (SSD) Anda. Tekan Enter untuk konfirmasi.
    pilih partisi sistem SSD
  4. Pilih Analyze untuk menganalisis SSD Anda dan mencari partisi yang hilang. Tekan Enter untuk konfirmasi.
    menganalisis SSD yang rusak
  5. TestDisk akan menampilkan partisi yang terdeteksi. Pilih salah satu partisi yang ingin Anda pulihkan dan tekan Enter.
    memulihkan SSD yang rusak
  6. Pilih Deeper Search untuk memindai, menganalisis, dan memperbaiki partisi SSD yang dipilih.
    deeper search untuk SSD yang rusak
  7. Ketika TestDisk menyelesaikan pemindaian, pilih partisi yang ingin Anda perbaiki dan pulihkan, lalu ikuti petunjuknya.
  8. Tekan tombol P untuk menelusuri semua file di partisi.
  9. Salinfile yang ingin Anda pulihkan dengan menekan tombol C.

File-file Anda yang hilang tersedia jika Anda melihat pesan Copy Done.

Cara ke-6. Perbaiki SSD yang Rusak Menggunakan Aplikasi Pihak Ketiga

Jika metode ini tidak berhasil, gunakan alat perbaikan SSD pihak ketiga seperti AOMEI Partition Assistant Standard untuk memperbaiki SSD yang rusak. AOMEI adalah program perbaikan hard disk yang dapat Anda download secara gratis.

Pro tip: Jika Anda tidak dapat menjalankan Windows di PC karena SSD yang rusak, coba muat AOMEI dari drive USB yang dapat diboot atau disk eksternal. Ikuti langkah-langkah berikut untuk memperbaiki SSD Anda menggunakan AOMEI:

  1. Download, instal, dan jalankan AOMEI di komputer Anda.
  2. Klik kanan SSD Anda dan pilih Advanced > Check Partition.
    periksa partisi SSD
  3. AOMEI menawarkan 3 cara untuk memeriksa kesalahan pada partisi SSD yang dipilih. Pilih opsi "Check partition and fix errors in this partition by using chkdsk.exe" untuk memeriksa dan memperbaiki bad SSD sector.
    periksa partisi dan perbaiki kesalahan pada partisi SSD ini
  4. Tunggu hingga AOMEI menyelesaikan proses perbaikan.
  5. Anda juga dapat menguji SSD Anda untuk mencari bad sector dengan menavigasi ke Test > Disk Surface Test.

Selain opsi ini, AOMEI dapat membangun kembali MBR (Master Boot Record) di drive SSD Anda, format ulang SSD yang rusak, atau hapus seluruh data di hard drive Anda.

Cara ke-7. Format Ulang SSD yang Rusak

Terakhir, Pemformatan Ulang dapat memperbaiki SSD yang rusak dengan menghapus dan mengatur data pada drive, mengatasi masalah seperti bad sector, kesalahan sistem file, fragmentasi, virus atau malware, dan konflik software. Dengan membuat sebuah sistem file baru dan menandai bad sector sebagai tidak dapat digunakan, pemformatan ulang dapat membantu menghindari kerusakan lebih lanjut, meningkatkan kinerja secara keseluruhan, dan memulihkan drive ke keadaan semula.

Namun, pemformatan ulang akan menghapus semua data di SSD, sehingga penting untuk memulihkan dan melakukan back up file penting sebelum melanjutkannya. Selain itu, memformat ulang tidak menjamin perbaikan pada SSD yang rusak, karena masalah hardware atau faktor lain mungkin tidak dapat diatasi dengan proses ini.

Berikut cara memformat ulang SSD Anda di PC Windows:

  1. Ketik Disk Management di bar pencarian Windows dan klik Open.
    buka manajemen disk
  2. Klik kanan drive SSD atau partisi yang ingin Anda format dan klik Format.
    pilih format SSD yang rusak
  3. Centang kotak Perform a quick format dan klik OK untuk memformat SSD Anda.
    quick format ssd yang rusak

Kesimpulan

Meskipun SSD menggunakan teknologi canggih yang menjadikannya media penyimpanan yang lebih cepat, lebih tahan lama, dan lebih efisien dibandingkan hard disk tradisional, SSD tidak kebal terhadap kegagalan ataupun kerusakan. Meskipun memperbaiki SSD yang rusak terdengar sulit, percayalah bahwa itu tidak benar.

Yang Anda perlukan untuk memulihkan data dari SSD yang mati atau rusak hanyalah sedikit pemahaman tentang teknologi dan panduan yang tepat. Dengan mengingat hal tersebut, artikel ini akan membantu Anda memperbaiki drive SSD yang rusak dan memulihkan file Anda tanpa bersusah payah.

Selain itu, Anda dapat menggunakan program data recovery pihak ketiga seperti Wondershare Recoverit dan AOMEI untuk memperbaiki SSD yang rusak, memulihkan file, dan membuat data backup.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Tentang Perbaikan SSD yang Rusak

  • Apa yang menyebabkan SSD rusak?
    SSD (Solid State Drive) dapat rusak karena berbagai alasan, antara lain:
    1. Kegagalan daya: Pemadaman listrik secara tiba-tiba atau proses mematikan komputer yang tidak tepat dapat menyebabkan kerusakan data atau kerusakan sistem file yang dapat mengakibatkan SSD rusak.
    2. Bad sector: Seiring berjalannya waktu, beberapa sektor pada SSD dapat menjadi rusak atau tidak dapat diandalkan, sehingga menyebabkan kerusakan data dan berdampak pada kinerja drive.
    3. Masalah firmware: Firmware yang sudah ketinggalan zaman atau bermasalah dapat menyebabkan kerusakan data dan masalah lain pada SSD.
    4. Serangan virus atau malware: Software berbahaya dapat menyusup dan merusak data SSD, sehingga menyebabkan kerusakan pada sistem file dan informasi yang disimpan.
    5. Konflik software: Software yang tidak kompatibel atau dirancang dengan buruk dapat menyebabkan kerusakan SSD karena masalah pengelolaan dan penyimpanan data.
    6. Kerusakan fisik: Jatuh secara tidak sengaja, kerusakan akibat air, atau paparan suhu ekstrem dapat menyebabkan kerusakan fisik pada komponen SSD.
    7. Cacat produksi: Dalam beberapa kasus, SSD dapat memiliki cacat produksi bawaan yang menyebabkan kerusakan data atau masalah lain seiring berjalannya waktu.
    8. Penanganan yang tidak tepat: Penanganan yang tidak tepat, seperti tidak mengeluarkan SSD dengan aman sebelum melepaskannya dari komputer, juga dapat menyebabkan kerusakan data.
  • Bagaimana cara mendapatkan kembali file saya dari SSD yang mati atau rusak?
    1. Download, instal, dan jalankan program Wondershare Recoverit data recovery di PC Anda.
    2. Pilih SSD Anda di antarmuka utama dan biarkan software memindainya.
    3. Pilih file-file yang ingin Anda pulihkan dan klik Recover.
    4. Simpan data yang dipulihkan di lokasi yang aman untuk menghindari kehilangan data.
  • Apa yang terjadi jika SSD rusak?
    SSD yang rusak dapat menyebabkan berbagai masalah, termasuk kehilangan data, penurunan kinerja, seringnya crash atau kesalahan, drive tidak dapat diakses, masa pakai lebih pendek, dan kerusakan file. Sifat dan besarnya masalah ini bergantung pada tingkat kerusakannya. Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan backup data dan mempertimbangkan untuk mengganti drive untuk menghindari komplikasi lebih lanjut.
  • Bagaimana cara mengetahui apakah SSD saya rusak?
    Berikut gejala umum SSD yang rusak:
    • File Anda tidak dapat dibaca atau diakses;
    • Sistem Anda mengalami masalah saat diboot;
    • Kinerja SSD terasa lambat;
    • Seringnya munculnya layar biru dan hitam kematian;
    • SSD hanya menjadi read-only;
    • Anda tidak dapat menyimpan data baru apa pun di SSD Anda.
  • Apa yang dapat saya lakukan untuk memperbaiki SSD yang rusak?
    Pertama, periksa firmware dan driver SSD Anda untuk pembaruan. Jika tidak berhasil, gunakan perintah CHKDSK untuk memperbaiki bad SSD sector. Terakhir, gunakan program recovery SSD pihak ketiga seperti AOMEI untuk memperbaiki, memformat, atau memformat ulang SSD Anda.
Amy Dennis
Amy Dennis Feb 26, 24
Artikel Rekomend: