3 Metode yang Efisien untuk Melakukan Clone HDD ke SSD M.2 di Tahun 2023

Panduan Langkah Demi Langkah untuk Melakukan Clone HDD ke SSD M.2

Berikut ini adalah tiga 3 metode berbeda untuk melakukan clone HDD ke SSD M.2 dengan sukses.

Apakah komputer Anda bekerja dengan lambat? Bagaimana jika Anda dapat mempercepatnya dengan melakukan peningkatan ke sebuah perangkat penyimpanan yang lebih cepat? Anda dapat melakukannya dengan mudah melalui proses kloning data Anda di sebuah SSD. Melakukan clone HDD yang Anda gunakan saat ini ke sebuah SSD M.2 memungkinkan Anda untuk mentransfer semua data, termasuk sistem operasi dan programnya. Proses tersebut hanya memerlukan beberapa langkah sederhana dan sedikit waktu. Dalam panduan ini, proses untuk melakukan clone sebuah HDD ke sebuah SSD M.2 akan dibahas secara menyeluruh.

Apa yang dimaksud dengan SSD M.2?

SSD adalah drive populer yang saat ini menjadi perlengkapan standar untuk sebagian besar komputer. SSD, tidak seperti hard disk drive, menggunakan flash memory yang persisten untuk menyimpan data sebagai pengganti disk, motor, dan head baca/tulis. SSD menjadi populer karena ia mengungguli HDDdalam performa dan konsumsi daya.

ssd m.2

Salah satu jenis SSD yang populer adalah drive M.2. SSD M.2 dianggap sebagai versi Solid State Drive (SSD) terbaru. Ia jauh lebih cepat daripada sebuah SSD standar. Performa yang lebih tinggi dan ukuran yang lebih kecil adalah dua alasan utama bagi orang-orang untuk melakukan clone HDD ke SSD M.2. Sebuah SSD M.2 dengan protokol NVMe terhubung secara langsung ke motherboard. Hal ini memungkinkan kecepatan transfer data yang secara substansial lebih tinggi, yaitu hingga mencapai 3500 MB/s.

SSD lainnya adalah drive NVMe, yang dapat dihubungkan ke sebuah slot PCI Express (PCIe) motherboard ketimbang bandwidth SATA. SSD M.2 umumnya lebih murah daripada drive NVMe. Tetapi Anda harus mempertimbangkan peningkatan performa yang dapat diberikan oleh sebuah drive NVMe. Jika Anda memerlukan transfer file dalam jumlah besar atau kecepatan gaming tertinggi, SSD NVMe dengan harga yang lebih tinggi layak untuk dijadikan investasi.

Sementara drive NVMe lain memberikan kecepatan baca/tulis mulai dari 200 MB/s hingga 550 MB/s. Bagaimanapun juga, performa dari sebuah SSD M.2 AHCI identik dengan yang dimiliki oleh SSD SATA. Selain itu, SSD M.2 jauh lebih kecil dibandingkan SSD SATA standar.

Selanjutnya, kami akan menjelaskan cara mudah untuk melakukan clone sebuah HDD ke SSD M.2.

Prasyarat

Sebelum membeli atau mengganti sebuah HDD dengan SSD M.2, Anda harus mempertimbangkan beberapa hal berikut:

1. Periksa apakah perangkat Anda mendukung SSD M.2.

Hanya motherboard terkini yang akan mendukung SSD baru ini, jadi carilah antarmuka M.2 Anda terlebih dahulu. Antarmuka tersebut seharusnya berupa sebuah slot horizontal selebar sekitar satu inci dengan label "PCIe" atau "SATA" atau keduanya. Karena perangkat PCIe tidak akan beroperasi dengan koneksi SATA dan sebaliknya, Anda harus mendapatkan sebuah SSD M.2 yang sesuai.

2. Pastikan bahwa motherboard yang tersedia mendukung booting dari sebuah SSD M.2.

Booting dari sebuah SSD NVMe PCIe hanya dapat dilakukan pada sistem yang mendukung UEFI. Jika drive yang dimaksud adalah sebuah SSD M.2 NVMe, ia hanya akan melakukan boot dalam mode UEFI.

3. Periksa apakah SSD M.2 tersebut memiliki skema partisi yang sesuai.

Sebuah disk dapat disekat menjadi beberapa blok, yang dikenal sebagai partisi. Setiap partisi harus memiliki sebuah skema partisi (GPT atau MBR) untuk membantu Windows memahami cara mengakses data di drive tersebut. Skema partisi yang dimiliki harus kompatibel dengan mode boot (MBR/Legacy BIOS dan GPT/UEFI) untuk menjamin bahwa Windows melakukan boot dengan sukses.

Dengan kata lain, jika Anda membeli SSD M.2 NVMe, SSD tersebut harus dipartisi ke GPT untuk mendukung boot UEFI; jika Anda membeli SSD M.2 SATA, seharusnya tidak terdapat persyaratan skema partisi atau mode boot tertentu. Namun GPT tetap lebih disukai karena lebih kompatibel dengan sistem operasi terbaru.

Catatan:

  • Untuk memeriksa skema partisi, tekan Win + R untuk membuka jendela Run.
  • Ketik "diskmgmt.msc" dan klik OK untuk membuka Management Disk.
  • Kemudian, klik kanan pada disk tersebut dan pilih Properties > Volume > Partition style. Anda dapat mengubah skema partisi setelah menghilangkan semua volume dari drive tersebut.
mengubah partition style disk

4. Periksa apakah Windows dapat mendeteksi SSD M.2 Anda.

Jika Anda memasukkan sebuah disk baru ke komputer dan disk tersebut tidak muncul di File Explorer, Anda mungkin perlu melakukan pengaturan.

Catatan:

  • Setelah membuka Disk Management, klik kanan disk yang ingin Anda inisialisasi dan pilih Initialize Disk.
  • Jika disk Anda ditandai sebagai Offline, klik kanan disk tersebut dan pilih Online.
  • Selanjutnya, pilih skema partisi yang sesuai di kotak dialog Initialize Disk, kemudian klikOK untuk mengonfirmasinya.
initialize disk

Setelah menyelesaikan semua persiapannya, Anda dapat melakukan clone sebuah HDD ke SSD M.2. Patuhi langkah-langkah yang tercantum di bagian berikut ini.

Tiga Metode untuk Melakukan Clone HDD ke SSD M.2

Tersedia berbagai software dan cara untuk melakukan clone HDD ke SSD M.2. Temukan di bawah ini.

Metode ke-1. Menggunakan Software Kloning Disk - Wondershare Ubackit [Sederhana dan Cepat]

Karena Windows tidak memiliki fungsi kloning, Anda mungkin memerlukan bantuan dari sebuah software kloning M.2 pihak ketiga yang dapat diandalkan. Cobalah Wondershare UBackit, karena ia menawarkan sebuah cara yang praktis untuk melakukan clone HDD ke SSD M.2. UBackit memungkinkan Anda melakukan clone partisi dan drive selama kapasitas tujuan backup lebih besar daripada sumber backup.

Yang membuat software ini sangat menarik adalah fakta bahwa Anda dapat menikmati masa uji coba gratis selama satu bulan, yang memungkinkan Anda melakukan clone HDD ke SSD M.2 tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun.

wondershare ubackit

Wondershare UBackit - Software Backup Outlook Anda yang Dapat Diandalkan

Disk Clone: Anda dapat melakukan kloning hard drive ke SSD atau HDD lain dengan mudah. Ia mendukung berbagai jenis disk, seperti HDD dari semua merek, SSD SATA/M.2, SSD NVMe, USB drive, drive NAS, dan kartu SD.

Clone Partisi: Anda memiliki opsi untuk melakukan kloning pada partisi tertentu saja.

Clone Sektor per Sektor: Anda dapat mereplikasi hard drive atau partisi sedikit demi sedikit.

OS yang Didukung: Ia kompatibel dengan Windows 11/10/8.1/8/7, 32 bit, dan 64 bit.

Wondershare UBackit memungkinkan Anda melakukan clone disk dengan aman dan lebih praktis. Untuk melakukan clone sebuah HDD ke SSD M.2 dengan UBackit, cukup ikuti prosedur yang diberikan di bawah ini.

Langkah ke-1: Arahkan ke Bagian Clone

Download dan instal Wondershare UBackit. Jalankan software tersebut dan pilih Clone dari menu yang terdapat di sebelah kiri. Kemudian, untuk melanjutkannya, klik tombol Start yang berwarna biru.

memilih fitur clone
Langkah ke-2: Pilih Sebuah Sumber Clone dan Clone Destination

Sekarang saatnya untuk memilih sebuah disk sumber untuk melakukan clone agar dapat mengamankan data Anda yang penting. Pilih HDD dan klik tombol Next.

melakukan clone hdd sebagai backup source

Setelah memilih sebuah disk sumber, langkah selanjutnya adalah memilih drive target. Pastikan disk tujuan Anda memiliki ruang penyimpanan yang cukup untuk menyimpan data dari disk sumber. Pilih SSD M.2. Untuk memulai prosedur kloning disk, klik tombol Clone.

memilih ssd m.2 sebagai tujuan backup
Langkah ke-3: Memulai Proses Kloning

Untuk melakukan verifikasi tugas clone tersebut, klik tombol Continue. Ingatlah bahwa mengklik tombol ini akan menghapus semua data pada SSD M.2 yang Anda pilih.

memulai kloning hdd ke ssd m.2

Proses kloning disk ini akan memerlukan waktu beberapa detik atau menit; menunggulah dengan sabar. Lamanya waktu yang diperlukan tersebut berdasarkan pada jumlah data yang sedang Anda proses.

menyelesaikan clone hdd ke ssd m.2

Anda akan melihat sebuah pemberitahuan ketika proses kloning tersebut telah selesai.

Metode ke-2. Menggunakan Docking Station HDD & SSD [Mahal]

Metode lain untuk melakukan clone HDD ke SSD M.2 adalah menggunakan sebuah Docking Station HDD dan SSD seperti Inateck Hard Drive Cloner. Alat ini menjembatani hard drive dan komputer Anda, mengizinkan Anda untuk mengakses konten drive tanpa harus berurusan dengan casing komputer yang besar atau kabel tambahan.

melakukan clone hdd ke ssd m.2 dengan docking station

Jika Anda sering mentransfer data dalam jumlah besar, melakukan backup atau clone data Anda, atau hanya memerlukan akses cepat dan mudah ke sebuah hard drive, dock hard drive adalah solusi yang selama ini Anda cari. Tetapi, membeli yang terbaik dan sesuai dengan kebutuhan Anda merupakan hal yang sulit dikarenakan berbagai opsi yang tersedia.

Anda harus memeriksa Docking Stations HDD dan SSD terbaik ini:

  • Inateck SA02003 docking station
  • WAVLINK ST334U USB Docking Station
  • SSK Aluminum Hard Drive Docking Station

Bagaimana cara melakukan clone sebuah HDD ke SSD M.2 melalui Docking Station HDD dan SSD? Ikuti langkah-langkahnya di bawah ini:

  • Langkah ke-1: Pertama, Anda harus membeli sebuah docking station yang mendukung koneksi HDD dan SSD M.2. Pastikan perangkat tersebut memiliki antarmuka yang diperlukan untuk menghubungkan HDD dan SSD M.2 Anda. Kemudian,
  • Langkah ke-2: Hubungkan docking station tersebut ke komputer Anda dengan menggunakan USB atau eSATA.
  • Langkah ke-3: Masukkan SSD M.2 ke slot yang sesuai di docking station. Hubungkan HDD yang ingin Anda kloning ke salah satu porta yang tersedia di docking station. Sekali lagi, pastikan sebuah koneksi yang aman.
  • Langkah ke-4: Setelah menghubungkannya, Anda harus memiliki sebuah software yang dapat diandalkan untuk melakukan clone HDD ke SSD M.2.

Walaupun metode ini memberikan kemudahan dan fleksibilitas, adalah benar bahwa docking station relatif lebih mahal dibandingkan metode lain, seperti menggunakan software atau perangkat kloning lainnya.

Metode ke-3. Menggunakan Image ISO Clonezilla [Rumit]

Metode terakhir adalah menggunakan Image ISO Clonezilla. Ia adalah sebuah software disk imaging dan kloning yang canggih untuk melakukan clone HDD ke SSD M.2. Ia merupakan sebuah program open source yang dijalankan dari sebuah image ISO yang bootable untuk menghasilkan salinan yang persis dari hard drive Anda.

Untuk menggunakan Image ISO Clonezilla ini, ikutilah langkah-langkah berikut:

Langkah ke-1: Download dan instal Clonezilla Live. Setelah itu, tulis image ISO yang dimilikinya ke USB dan hubungkan SSD baru Anda, lalu Boot ke BIOS.

mendownload clonezilla live

Langkah ke-2: Hubungkan SSD Anda yang baru ke sebuah disk yang akan disalin. Anda dapat menggunakan sebuah porta SATA, Adaptor USB ke SATA, atau slot M.2 NVME. Lalu hubungkan USB pen drive Clonezilla yang bootable ke drive tersebut dan nyalakan. Dengan menggunakan tombol F2 atau DEL, arahkan ke pengaturan BIOS. Klik BIOS untuk melakukan boot terlebih dahulu dari USB pen drive tersebut. BIOS harus disimpan dan dikeluarkan.

pengaturan bios

Perangkat Anda kemudian akan dinyalakan ulang dan masuk ke mode Clonezilla.

Langkah ke-3: Clonezilla akan menampilkan sejumlah besar opsi untuk melakukan clone drive setelah Anda masuk. Pilih opsi device-device karena Anda menyalin seluruh hard disk ke SSD.

opsi device-device

Langkah ke-4: Kedua disk telah terhubung ke komputer yang sama. Pilih pengaturan disk_to_local_disk.

pengaturan clone

Langkah ke-5: Pilih hard drive Anda sebagai Disk Sumber. Kemudian, pilih Target Disk dan SSD Anda pada layar berikutnya.

memilih disk sumber dan disk target

Langkah ke-6: Lewati pemeriksaan.

melewati pemeriksaan.

Langkah ke-7: Pilih Use the partition table from the source disk. Daripada menaikkan ukuran partisi secara proporsional, Anda dapat memperbesarnya nanti. Ini akan menghemat ruang penyimpanan disk untuk partisi yang memiliki ukuran pas-pasan.

use the partition table from the source disk

Langkah ke-8: Proses kloning akan segera dimulai, dan proses ini tidak dapat diganggu.

proses kloning hdd ke ssd m.2

Langkah ke-9: Saat ini Clonezilla akan melakukan clone seluruh disk, terlepas dari jumlah file yang berada di dalamnya. Oleh karena itu, waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proses kloning ini akan ditentukan oleh ukuran dari semua disk tersebut.

melakukan clone hdd ke ssd m.2

Langkah ke-10: Setelah selesai, nyalakan ulang komputer Anda. Masuk kembali ke BIOS dan pilih SSD sebagai perangkat boot pertama. Anda akan mendapati pengurangan yang signifikan dalam waktu startup dan peningkatan pada respons komputer.

Kesimpulan

Sekarang, Anda telah memahami berbagai langkah untuk melakukan clone HDD ke SSD M.2. Mengganti hard drive lama dengan sebuah SSD sangat disarankan untuk kecepatan dan performa yang lebih baik. Dengan bantuan fitur Disk Clone dari Wondershare UBackit, Anda dapat dengan mudah melakukan clone semua jenis hard drive atau meningkatkan SSD M.2 tanpa hambatan. Bagaimanapun juga, penting untuk menyadari potensi risiko yang terdapat di dalam proses tersebut serta mengetahui cara melakukan recovery data dari SSD M.2 seandainya terjadi masalah selama prosedur kloning atau peningkatan.